Berdirinya Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK UNUD

  1. Di Denpasar sampai dengan tahun 1979, Anestesi merupakan salah satu seksi dari Bagian Ilmu Penyakit Bedah FK UNUD/RS Sanglah. Pada saat itu pelayanan Anestesia dilaksanakan oleh perawat yang dilatih.
  2. Tahun 1980, berdiri sendiri sebagai Lab Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNUD yang dipimpin oleh Dr Wayan Sukra (Spesialis Anestesiologi), setelah menyelesaikan pendidikannya di FK UI.
  3. Mulai saat itu pengelolaan pendidikan mahasiswa FK UNUD untuk cabang Anestesiologi dan pelayanan anestesia di RS Sanglah dikelola secara mandiri.
  4. Tahun 1985 dan 1986 berturut-turut mendapatkan tambahan 2 (dua) orang staf Dokter Spesialis Anestesiologi, selanjutnya sampai tahun 1990 mendapatkan tambahan 2 (dua) orang staf lagi, sehingga jumlah staf menjadi 5 (lima) orang. Kemudian pada tahun 2002 jumlah staf menjadi 9 (sembilan) orang, selanjutnya sampai tahun 2004 jumlah staf menjadi 14 (empat belas) orang.
  5. Pada tahun 1991 bersamaan dengan mulai dioperasikannya Instalasi Rawat Darurat (IRD), pelayanan terapi intensif (RTI) mulai dilaksanakan.
  6. Pada bulan Juli 2002, mulai melaksanakan pendidikan pendahuluan PPDS I bidang Anestesiologi dan Reanimasi yang berasal dari peserta didik PPDS I Bagian Anetesiologi dan Terapi Intensif FKUI yang sekaligus berlaku sebagai pembina atau “bapak angkat”.
  7. Pada tahun 2006 diadakan visitasi oleh Kolegium Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia dan dinyatakan layak untuk menyelenggarakan pendidikan mandiri, yang dinyatakan dengan SK Operasional dari DIKTI dengan Nomor SK 3745/D/T/2006 tanggal SK 28 September 2006 yang berlaku sampai tanggal 28 september 2008. Ijin Operasional diperpanjang dengan nomor SK 1591/D/T/K-N/2009 tanggal SK 25 Maret 2009 berlaku sampai dengan tanggal 25 Maret 2012 dan diperpanjang lagi dengan nomor SK 12430/D/T/K-N/2012 berlaku sampai dengan tanggal 25 Maret 2015. Selanjutnya perpanjangan ijin operasional Program Studi adalah berdasarkan pengisian data pada PDPT (Pangkalan Data Perguruan Tinggi).